About Nur Aas Aisah

Manual Description Here: Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis.

Mari saling berbagi ilmu

Rupiah Melemah? Kok Bisa?

Rupiah Melemah? Kok Bisa?

Rupiah Melemah? Kok Bisa?

Nilai tukar rupiah terhadap dollar tahun 2015 ini memang menjadi keadaan terburuk setelah tragedi pada tahun 1998. Namun benarkah nilai tukar rupiah yang turun ini semata-mata karena kesalahan pemerintah? Mari kita lihat sebenarnya apasih penyebab nilai tukar rupiah terhadap dollar melemah.
Kuat atau lemahnya nilai tukar mata uang tidak hanya ditentukan oleh kondisi dan kebijakan ekonomi di dalam negeri, tetapi juga kondisi perekonomian negara lain yang menjadi mitra dagangnya serta kondisi non-ekonomi seperti keamanan dan kondisi politik. Nilai kurs dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan (EconEdLink). 
Namun, yang membuat fenomenal adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah mencapai 15 ribuan. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, pemerintah telah bekerjasama dengan Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap asing  yang dampaknya akan dapat terlihat langsung maupun tidak. Selain nilai rupiah yang dianggap sudah tidak wajar, kurun waktu melemahnya pun patut diperhatikan.



Apa penyebabnya?
Adapun penyebab melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor eksternal maupun internal perekonomian. Faktor eksternal yang paling umum diketahui adalah perekonomian AS yang setahun belakangan semakin membaik. Sejumlah indikator memang telah menunjukan hal tersebut. Pertumbuhan ekonomi AS terakhir mencapai 2,5% atau lebih tinggi daripada ekspektasi 2%. Sementara inflasi hanya 1,6%. Bahkan, pada Januari 2015 terjadi deflasi (inflasi negatif), yakni -0,1%. Inflasi di AS dikatakan baik jika tidak lebih dari 2%. Meski sebelumnya AS melakukan kebijakan quantitative easing (mencetak uang untuk dibelikan surat berharga pemerintah AS sendiri), tetapi inflasi AS tidak meningkat karena dolar AS beredar ke seluruh dunia, tidak cuma di AS. Akibatnya, efek inflasinya tidak begitu besar, bahkan hampir tidak ada. Tingkat pengangguran AS juga menurun dengan tajam hingga level sekarang 5,7%. Memang belum berada pada level ‘normal’ 4%. Namun, kondisi sekarang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan saat krisis subprime mortgage yang memuncak pada 2009-2010. Hal tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap nilai rupiah saja, tetapi juga terhadap mata uang negara lain sehingga kurs beberapa mata uang negara lain pun ikut terdepresiasi dalam beberapa bulan terakhir.


Sering kali melemahnya nilai rupiah dianggap karena gejolak perekonomian internasional yang sedang tidak menentu. Padahal, kondisi perekonomian nasional turut mempunyai andil dalam pelemahan nilai rupiah ini. Sejak tahun 2012, transakasi berjalan di dalam neraca pembayaran Indonesia terus mengalami defisit. Pada quartal 4 tahun 2014, Current Account mengalami defisit sebesar 6,18 juta dolar AS meskipun angka tersebut mengalami penurunan dari quartal 3 yang mengalami defisit sebesar 6,96 juta dolar AS. Defisit ini seakan-akan belum ditemukan obatnya. Defisit ini sendiri dibiayai oleh cadangan devisa negara. Dengan demikian, apabila defisit transaksi berjalan tidak segera diperbaiki, cadangan devisa Indonesia akan semakin berkurang sehingga nilai rupiah pun akan terus tertekan.
Selain itu, dari sektor domestik pelemahan ini juga disebabkan oleh isu-isu ekonomi yang relatif masih sama yaitu bagaimana pemerintah mempercepat belanja agar infrastuktur mulai dibangun dan meyakinkan investor untuk melakukan investasi langsung. Sayangnya upaya melakukan investasi langsung ini terhambat oleh sentimen pasar yang masih negatif terhadap Indonesia karena adanya mosi tidak percaya pada pemerintah.


Apakah hanya Indonesia yang mengalami ini?
Perbandingan Nilai Tukar Dolar AS terhadap Sejumlah Mata Uang Asing
Mata Uang
Nilai Tukar
Presentase
2 Januari 2015
10 Maret 2015
Dolar Australia
1,2245
1,30026
-6,37811%
Dolar Hongkong
7,7561
7,7601
-0,05157%
Rupiah Indonesia
12.474
13.059
-4,68975%
Yen Jepang
119,7075
121,0427
-1,11539%
Ringgit Malaysia
3,5059
3,7109
-5,84729%
Dolar Selandia Baru
1,284
1,3703
-6,72118%
Dolar Singapura
1,3239
1,3863
-4,71335%
Won Korea Selatan
1.094,17
1.122,90
-2,62526%
Euro
0,8266
0,9288
-12,3639%
Sumber:Kompas, Edisi 11 Maret 2015, Halaman 1.

Terlihat dari tabel diatas bahwa bukan hanya Indonesia yang mengalami krisis seperti ini namun negara lain di dunia.

Akibatnya apa?
No
Sisi positif
Sisi negatif
1
Nasabah penabung dollar
Pemilik hutang luar negeri
2
Pekerja yang dibayar dengan dollar
Dampak pada suku bunga
3
Sektor pariwisata
Wisata atau belajar ke luar negeri
4
Pengusaha ekspor yang dibayar dengan dollar
Importir



Solusinya bagaimana?
Ada beberapa kebijakan yang bisa diterapkan oleh pemerintah untuk mencegah melemahnya nilai rupiah dan menjaga nilai rupiah tetap stabil. Kebijakan-kebijakan tersebut, antara lain :
1.  Memperbaiki defisit transaksi berjalan dan nilai tukar rupiah terhadap dollar dengan mendorong ekspor dan keringanan pajak kepada industri tertentu.
2Menjaga pertumbuhan ekonomi riil dengan meningkatkan pendapatan dalam negeri.
3. Menjaga daya beli. Pemerintah berkoodinasi dengan BI untuk menjaga gejolak harga dan inflasi dengan membeli produk dalam negeri.
4. Mempercepat investasi. Adanya investor maka akan meningkatkan produktivitas dalam negeri.
5Menjaga kestabilan kondisi ekonomi dan politik sehingga dapat menarik investor asing.

Read More...

Translate